Sabtu, 16 Januari 2021

Mengenal ilmu hadist

Mengenal ilmu hadist istilah-istilah limu hadist.


A.Hadist adalah salah satu bagiaan dari ilmu din(ilmu agama)

Ilmu hadis (ulum al-hadis) terdiri dari dua kata, yaitu ilmu (ulum) dan al-hadis. Kata ‘ulum dalam bahasa Arab adalah bentuk jamak dari ‘ilm, yang berarti “ilmu-ilmu”; sedangkan al-hadis di kalangan ulama hadis berarti “segala sesuatu yang disandarkan kepada nabi Muhammad Saw. dari perbuatan, perkataan, takrir, atau sifat.”
Dengan demikian, gabungan kata ulum al-hadis mengandung pengertian “ilmu-ilmu yang membahas atau berkaitan dengan hadis Nabi Muhammad Saw. ”ilmu hadist disebut juga ilmu hadist diroyah,ilmu darodatil isnad atau yang lebih dikenal sebagai ilmu mustholas hadist

Ilmu hadits adalah ilmu yang membahas kaidah-kaidah untuk mengetahui kedudukan sanad dan matan, apakah diterima atau ditolak. Menurut Tengku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy: "ilmu hadits, yakni ilmu yang berpautan dengan hadits, banyak ragam macamnya". Menurut Izzudin Ibnu Jamaah: "Ilmu hadis adalah ilmu tentang kaidah-kaidah dasar untuk mengetahui keadaan suatu sanad atau matan (hadis)

B.tujuan mempelajari ilmu hadist

Untuk mengetahui (memilah) hadist-hadist shahih dari selainnya,yakni mengetahui keadaan hadist apakah hadist doif,hasan,shohi,atau matruk(palsu)

C. Ilmu hadist
Hadist adalah apa-apa yang disandarkan kepada nabi Muhammad Saw dari perkataan,perbuatan,persetujuan dan sifat

B.istilah-istilah yang beredar dikalangan ilmu hadist


1.sanad

Sanad ialah jalan perawi sampai kepada matan.
Contoh sanad yang digaris bawahin.

حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ خَالِدٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، عَنْ يَزِيدَ، عَنْ أَبِي الخَيْرِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
: أَيُّ الإِسْلاَمِ خَيْرٌ؟ قَالَ: تُطْعِمُ الطَّعَامَ، وَتَقْرَأُ السَّلاَمَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ

Umar bin Khalid telah menceritakan hadits padaku (imam Bukhari), ia berkata : Al-Laits menceritakan hadits padaku (Umar bin Khalid), dari Yazid, dari Abu Al-Khair, dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallaahu ‘anhuma, bahwa seorang lelaki bertanya pada Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam :
“Manakah islam yang paling baik?”
Beliau menjawab : “Memberikan makanan, dan membaca salam pada orang yang engkau kenal dan yang tidak engkau kenal.”(HR. Bukhari)
Dari contoh di atas yang disebut sanad adalah : Abul Khair, Umar bin Khalid, Al-Laits, Yazid, Abul Khair, dan Abdullah bin ‘Amr.
Artinya Abdullah bin ‘Amr mendapatkan hadits dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam. Lalu hadits itu disampaikan kepada Abul Khair lalu kepada Yazid lalu kepada Al-Laits lalu kepada Umar bin Khalid lalu kepada penulis hadits yakni imam Al-Bukhari.

2.Al-isnad

Al-isnad ialah yang mengambungkan hadist kepada yang berkata atau semakna dengan sanad.

3.Al-musnid

Musnid adalah perawi hadis yang meriwayatkan dengan menyebutkan sanad hingga sumber hadis. Meskipun ia benar-benar mengetahui isi hadis ataupun hanya sekedar meriwayatkan.

4.Al-musnad

Al-musnad baginya tiga makna
1.setiap kitab-kitab yang terkumpul pada riwayat-riwayat tiap-tiap sahabat atas batasan.seperti musnad Ahmad bin Hambal.

2.hadist marfuq ialah hadist tersambung sanadnya.ada yang mengatakan apa-apa yang 
tersambung sanadnya secara marfuq kepada nabi Muhammad Saw.

3.ada yang mengatakan musnad ialah sanad yang marfuq(sampai kepada nabi Muhammad Saw)

5.Al-matan

Al-matan yaitu 
مَا يَنْتَهِي إِلَيْهِ السَّنَدُ مِنَ الْكَلَامِ
Kalimat setelah berakhirnya sanad suatu hadits.
Dalam artian, apabila rantai sanad telah disebutkan maka setelah itu ialah matannya atau redaksi dari hadist itu sendiri.
Berikut contohnya yang dicetak miring dan digaris bawahi

1.حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ أَبُو الرَّبِيعِ، قَالَ: حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا نَافِعُ بْنُ مَالِكِ بْنِ أَبِي عَامِرٍ أَبُو سُهَيْلٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: آيَةُ المُنَافِقِ ثَلاَثٌ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ

Dari Abu Hurairah, bahwa Nabi SAW bersabda, Tanda-tanda orang munafik ada tiga: jika berbicara dia berdusta, jika berjanji dia mengingkari, dan jika diberi amanah dia berkhianat (HR. Al- Bukhari)
Bahwa dapat disimpulkan matan adalah isi hadist dari di
 آيَةُ المُنَافِقِ  sampai kalimat 
 خَانَ

6.hadist

Secara bahasa:ialah Jadid (yang baru)
Secara istilah: yaitu apa yang disandarkan kepada nabi Muhammad Saw dari perkataan, sifat,persetujuan,dan sifat

7.Al-khobar

Khabar menurut bahasa serupa dengan makna hadist, yakni segala berita yang disampaikan oleh seseorang kepada orang lain. Sedang pengertian khabar menurut istilah, antara satu ulama dengan ulama lainnya berbeda pendapat.
Ulama lain megatakan bahwa khabar adalah sesuatu yang datang selain dari Nabi SAW di sebut hadist. Ada juga yang mengatakan bahwa hadist lebih umum dan lebih luas dari pada khabar, sehingga tiap hadist dapat dikatakan khabar  tetapi tidak setiap khabar dikatakan hadist.

8.Al-asar

Al- Atsar menurut bahasa berarti bekas sesuatu atau sisa dan sebagainya. Menurut kebanyakan ulama, atsar mempunyai pengertian yang sama dengan khabar dan hadist, namun menurut sebagian ulama lainnya atsar cakupannya lebih umum dibanding dengan khabar.

Atsar adalah sesuatu yang datang dari sahabat, artinya Atsar digunakan menyebut hadits  mauquf. Hal ini mungkin karena Atsar ialah bekas sesuatu dan khabar adalah sesuatu yang diberitakan, mengingat ucapan sahabat merupakan bekas dari ucapan Nabi Muhammad SAW,  maka pantaslah ucapan sahabat disebut Atsar dan ucapan Nabi Muhammad SAW disebut khabar.

9.Al-muhaddist

Muhaddits adalah seorang yang pakar dalam ilmu hadis mencakup sanad, nama-nama perawi, matan (redaksi hadis). Tingkatan Muhaddits berada satu tingkat di atas musnid. Sebab orang yang sekedar meriwayatkan sudah cukup disebut musnid.


10.Al-hafidz

Menurut banyak pakar hadîts, al-hâfidz artinya sama dengan muhaddits. Namun ada yang berdapat bahwa alhafidz lebih tinggi derajatnya dibandingkan muhaddist.

Menurut sebagian pendapat, al-hâfidz harus mempunyai kapasitas menghafal 100.000 hadîts.
Muadditsin yang mendapat gelar ini antara lain Al-Iraqi, Syarafuddin Ad-Dimyathi, Ibnu Hajar Al-Asgalani, dan lain-lain.

11.Al-hujjah

Al-hujjah ialah siapa yang 300.000 hadist beserta sanadnya.

12.Al-hakim

Al-Hakim adalah orang yang telah menguasai seluruh hadis baik segi matan dan sanadnya,dan juga mengetahui sejarah dan catatan para perawi secara pribadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri yang Diunggulkan

Sabar

 Sabar adalah suatu amalan yang   ringan di mulut tapi sangat sulit untuk dilaksanakan,namun sabar memeliki pahala yang besa...